Skip to main content

Pelengkap Rumpang



Awal kita dipertemukan
Kini menempuh jalan memisah
Awal kita begitu singkat
Kini berakhir menyakitkan

Hati yang kau titipkan,
hanya serpihan yang tersisa
Mati membusuk, membuatku kesakitan
Intuisi tak rela melepas,
iba melihatku yang kesakitan,
kini menyerah pada keadaan

Akankah kau mengingatnya
Dedaunan pohon rindang disana,
kini telah mengering berguguran
Rembulan, bintang bertebaran
Siklus semesta masih sama,
kita yang beda
Kini kau telah,
memandang matanya
menggenggam jemari tangannya
menjaga hati yang berbeda
dia pengabul asa yang tak mampu ku kabulkan

Aku masih mengejar,
puzzle pelengkap rumpang
Kebahagiaan keluarga,
bahagiaku kemudian
Jika nanti seseorang tiba
Mencintaiku dengan caranya
Jika nanti aku pun demikian
Tiada ragu terasa, siapa pun dia
Dia yang ku cinta,
bukanlah pelarian
Dia lah pelengkap rumpang,
cinta beralasan, teman ku menempuh kehidupan

Gianyar, 12 Mei 2020

Filosofi:
Kisah ini lanjutan dari kisah “Memutus Layangan”. Setelah si gadis mulai merelakan mantannya, hingga yang tersisa hanya memori menyakitkan yang mulai terbakar habis olehnya. Menutup kisah lama, dia memulai hari barunya dengan senyum semangat bersama keluarganya. Tentunya dia belum berhasil mencapai bahagia, tetapi dia masih berusaha untuk itu. Mulai memberanikan diri untuk menghadapi kenyataan, bukan sekadar melewati dan meninggalkan tetapi juga merasakan suka duka di dalamnya.
Siapkah si gadis untuk membuka hati? Tentu dia akan siap, namun adakah yang mampu membuatnya jatuh cinta lagi? Ini masih menjadi pertanyaan. Karena kali ini dia tidak akan sekadar menerima apa yang datang, dia akan menikmati proses dan mengambil keputusan dengan lebih hati-hati. Si gadis tidak hanya akan menunggu, dia akan mencari bahagianya. Siapa pun dia, semoga segera dapat meneduhkan hati si gadis, menjadi teman berbagi, menempuh kehidupan.

Apabila kalian tertarik dengan kisah ini atau tertarik untuk mempublikasikan kisah kalian, silahkan hubungi author ya!



Kardi Rahayu itulah nama saya, tinggal di Bali sedari kecil. Menulis merupakan hobi saya sejak SMA. Kelak, saya ingin menerbitkan tulisan saya agar bisa dibaca semua orang.

Jika kalian menyukai tulisan saya silahkan tinggalkan komentar dan apresiasi kalian di kolom komentar di bawah ini. Demikian pula apabila ada yang kurang dari karya saya, mohon diberikan komentar yang membangun. Jangan lupa di share juga ke teman-teman kalian ya!

Terima kasih pembaca cendekia ku!

Comments

Popular posts from this blog

Fakta Menghadapi Virus Corona (2019-nCoV atau COVID-19)

Tentu seluruh pembaca cendekia sudah tahu mengenai kabar mengejutkan virus Corona yang telah memasuki tanah air kita ini. Namun perlu kalian ketahui beberapa fakta untuk menghadapi virus Corona yang membandel ini. Banyak pertanyaan dan spekulasi yang muncul terkait penularan dan pencegahan virus ini, bahkan terkesan berlebihan. Lantas bagaimana saran dari lembaga kesehatan terkait isu ini? Mari kita simak beberapa fakta yang perlu kita ketahui untuk menghadapi virus Corona! Mohon disimak dengan baik dan fokus, karena ada beberapa poin yang menjadi catatan, jangan sampai kelewatan ya! Pembaca cendekia tetap perlu membaca informasi terbaru tentang wabah COVID-19, tersedia di situs web WHO (who.int) ya! Sebelumnya perlu diketahui virus corona adalah keluarga besar virus yang dapat menyebabkan penyakit pada hewan atau manusia. Beberapa virus corona pada manusia diketahui menyebabkan infeksi pernafasan mulai dari flu biasa hingga penyakit yang lebih parah seperti Midd...

Secercah Asa Bintang Kecil

Kulihat bintang-bintang berpijak di pertiwi Hiasi kegelapan langit malam hari Tak jemu hiasi kegelapan dunia ini Mereka bening nan murni laksana tetesan embun pagi hari, rapuh, jatuh beriringan, gembira tanpa rasa sakit Bintang kecil, hidup tanpa kepedihan Baginya kesempatan adalah berkah terindah Tuhan Terlahir berbagai pribadi unik di kehidupan Melihat keluguan Merasakan ketulusan Mendengarkan kepolosan Bintang kecil kesakitan Kala kita renggut segala kesempatan demi status kehormatan Bisakah dibenarkan? Bintang kecil, bersinar bak butiran mutiara Jatuh tak’kan sakit, keceriaan tetap bercahaya Terpisah, alasan mereka bersorak ria Akankah kurang sisi baik mereka? Padangan penuh hasrat Hasrat ingin hapuskan segala sesat Lepaskan bintang kecil dari gelap Gelap dunia nan pengap Senyum hangat, genggam semangat. Cerahkan langit kelabu, hempas rasa penat Utusan Tuhan ada disetiap rumah, ialah Si Bintang Kecil Hapus galau hati...

Punggung Samudera

Sekian lama berlayar Mengarungi samudera Berharap datang cahaya, terangi langkahku menuju bahagia Gelombang begitu tak tenang Menghantam menghancurkan sampan Membawa ku tenggelam, dalam begitu dalam, menuju dasar lautan Rasanya jiwa ini telah pulang Dasar lautan membuat ku sadar, gelap tak selamanya kelam Bak keelokan surga Tuhan, banyak cinta bermekaran, seakan tak akan memudar Sesuatu yang ku nantikan, datang setelah badai menyakitkan Sesuatu yang mengembalikan, diriku dan kebahagiaan Entah kapan gelombang selanjutnya tiba, menyadarkan ku dari mimpi dan khayalan Entah kapan dasar lautan akan geram, membuangku dan kembali menyakitkan Ingin bersiap, beranjak atau menetap Mencoba tegar, dalam bimbangnya dasar lautan Payangan, 13 Juni 2021 Filosofi: Cerita tentang suka duka kehidupan. Ada cinta yang seringkali membuat kita seakan tenggelam di dalamnya, menjadi budak cinta (bucin) seakan ingin menyerahkan segalanya untuk jiwa yang dipuja. Sampai akhirnya bahagia bertemu ego dan sesal, kem...