Ketakutan akan ketidakpastian, terkadang memenuhi pikiran Diri sendiri pun bertanya-tanya Rasa takut ini, perlu seberapa banyak Ini cukup membuatku gila Sebelumnya tiada jenuh bersemangat, percaya diri mengemudi semesta Belakangan mulai ku temukan, kenyataan mengambil kemudi ku, menarikku ke belakang Hari esok yang sebelumnya terbaca, kini menjadi kejutan Akankah menjadi riang, akankah mengutukku dalam kemalangan Kemudiku teralihkan Aku tak berdaya, duduk terpaku, tangan gemetar, mata terbuka Baik buruknya kejadian, tak terhindarkan Aku akan berada, di posisi kemudi utama Ku abaikan kesempatan bermanja derita, ketakutan akan aturan kaki tangan terikat Ku buat sarang sendirian, telah terpikir ini tidaklah mudah Sebelum menikmati manisnya gula, perlu ku rasakan tawarnya air dan segala bentuk kepahitan Apa pun yang menjadi pilihan, ku percaya inilah terbaik dari semua Komentar tidak menyenangkan, seolah cemeti terkuat ...