Gemercik air sungai yang dangkal dengan ikan-ikan yang berenang lincah didalamnya membuat seorang anak kecil terkesan. Terbersit di benaknya, “Mengapa ikan itu dapat bergerak begitu lincah di air tanpa bantuan tangan maupun kaki?” Tiba-tiba Zikar datang dengan teganya mendorong Arsa yang memandang ikan-ikan itu ke dalam sungai. “Hahahahaha.... Lihatlah kau yang begitu lemah Arsa! Kau tahu mengapa ikan itu sangat hebat berenang tanpa kaki maupun tangan? Itu karena mereka punya otak cerdas di kepalanya, bukan seperti dirimu yang bahkan lupa dimana otakmu berada. Hahahaha... Coba saja kau lempar batu yang ada di tanganmu hingga mengenai diriku” Arsa semakin kesal dengan ucapan Zikar yang begitu menjengkelkan. Arsa berusaha membuktikan kemampuannya dengan melempar batu itu. Batu itu tidak sedikit pun mengenai Zikar, namun tepat mengenai jendela rumahnya. Zikar sangat marah, dia menghampiri dan mencengkeram leher Arsa. Arsa berusaha menjelaskan bahwa ia tidak sengaja melakukan itu...