Skip to main content

Lembaran Baru



Mentari datang menyapa
Membawa seorang bermata indah di bawah sinarnya
Merangkul ku keluar dari hujan lebat

Kau berjalan menjauh seolah mengucap selamat tinggal
Inginku rasakan hangatnya pelukan,
kala musim dingin membekukan
Rasakan sejukmu bagai angin di musim panas
Tetaplah disini bersama cinta sejuk dan menghangatkan

Tunjukkanlah kebenaran cinta
Seberapa dalam cinta datangkan bahagia
Aku ingin berada di titik yang sama,
tak ingin terlalu bahagia hingga jatuh kesakitan,
tak ingin terlalu duka hingga lupa bahagia

Hidup di dunia penuh kebodohan
Hancurkan diri sendiri tiada tanda peringatan,
dibiarkan binasa dalam penyesalan

Melihat kenyataan,
ku ingin belajar memaknai kehidupan
Aku ingin percayakan
pintu jiwa ku untuk kau jaga
Padamu cahaya saat ku terpuruk begitu kelam,
penyelamatku saat terjatuh kesakitan
air yang menyadarkan ku akan kepedulian
Aku telah mencoba rasakan kebenaran ini lebih dalam
Akhirnya aku menemukan,
kebenaran cinta sejati yang ku percaya hanya khayalan,
nyatanya ada padamu seorang

Gianyar, 12 April 2020

Filosofi:
Seorang yang terlanjur tersakiti dalam cinta merasakan trauma mendalam dan sulit untuk merasakan cinta kembali. Sampai akhirnya dia bertemu dengan seseorang yang ceria seperti cahaya mentari, begitu terang telah membawanya kembali menuju kebahagiaan. Merasa berada di zona ternyamannya, dia tidak ingin melepas kebahagiaan ini begitu saja. Tentu tidak mudah untuknya memantapkan hati, seolah ada mendung yang selalu menghalangi sinar mentari itu, membuatnya ragu untuk menyadari bahwa mentari itulah yang selalu ada untuknya. Dia pun kembali membuka hatinya dan mencintai anugerah yang telah datang untuknya.
Jadi pembaca cendekia ku, cinta lama memang cukup menyakitkan untuk diingat apalagi direlakan. Cinta yang datang selanjutnya tentu tidak akan sama, belajarlah menerima bahwa kehidupan di dunia tidak selamanya indah demikian pula dengan cinta. Namun akan selalu ada obat untuk semua sakit, sekali pun itu hanya untuk meringankan, akhirnya kita juga akan merasa nyaman. Belajarlah mengikhlaskan, dan berbahagialah, life must go on!




Kardi Rahayu itulah nama saya, tinggal di Bali sedari kecil. Menulis merupakan hobi saya sejak SMA. Kelak, saya ingin menerbitkan tulisan saya agar bisa dibaca semua orang.

Jika kalian menyukai tulisan saya silahkan tinggalkan komentar dan apresiasi kalian di kolom komentar di bawah ini. Demikian pula apabila ada yang kurang dari karya saya, mohon diberikan komentar yang membangun. Jangan lupa di share juga ke teman-teman kalian ya!

Terima kasih pembaca cendekia ku!

Comments

Post a Comment

Saya mengharapkan kritik dan saran Anda demi kesempurnaan blog ini dan agar dapat dipergunakan sebagai referensi/pengetahuan tambahan sebagaimana mestinya.
Terima kasih.

Popular posts from this blog

Fakta Menghadapi Virus Corona (2019-nCoV atau COVID-19)

Tentu seluruh pembaca cendekia sudah tahu mengenai kabar mengejutkan virus Corona yang telah memasuki tanah air kita ini. Namun perlu kalian ketahui beberapa fakta untuk menghadapi virus Corona yang membandel ini. Banyak pertanyaan dan spekulasi yang muncul terkait penularan dan pencegahan virus ini, bahkan terkesan berlebihan. Lantas bagaimana saran dari lembaga kesehatan terkait isu ini? Mari kita simak beberapa fakta yang perlu kita ketahui untuk menghadapi virus Corona! Mohon disimak dengan baik dan fokus, karena ada beberapa poin yang menjadi catatan, jangan sampai kelewatan ya! Pembaca cendekia tetap perlu membaca informasi terbaru tentang wabah COVID-19, tersedia di situs web WHO (who.int) ya! Sebelumnya perlu diketahui virus corona adalah keluarga besar virus yang dapat menyebabkan penyakit pada hewan atau manusia. Beberapa virus corona pada manusia diketahui menyebabkan infeksi pernafasan mulai dari flu biasa hingga penyakit yang lebih parah seperti Midd...

Secercah Asa Bintang Kecil

Kulihat bintang-bintang berpijak di pertiwi Hiasi kegelapan langit malam hari Tak jemu hiasi kegelapan dunia ini Mereka bening nan murni laksana tetesan embun pagi hari, rapuh, jatuh beriringan, gembira tanpa rasa sakit Bintang kecil, hidup tanpa kepedihan Baginya kesempatan adalah berkah terindah Tuhan Terlahir berbagai pribadi unik di kehidupan Melihat keluguan Merasakan ketulusan Mendengarkan kepolosan Bintang kecil kesakitan Kala kita renggut segala kesempatan demi status kehormatan Bisakah dibenarkan? Bintang kecil, bersinar bak butiran mutiara Jatuh tak’kan sakit, keceriaan tetap bercahaya Terpisah, alasan mereka bersorak ria Akankah kurang sisi baik mereka? Padangan penuh hasrat Hasrat ingin hapuskan segala sesat Lepaskan bintang kecil dari gelap Gelap dunia nan pengap Senyum hangat, genggam semangat. Cerahkan langit kelabu, hempas rasa penat Utusan Tuhan ada disetiap rumah, ialah Si Bintang Kecil Hapus galau hati...

Punggung Samudera

Sekian lama berlayar Mengarungi samudera Berharap datang cahaya, terangi langkahku menuju bahagia Gelombang begitu tak tenang Menghantam menghancurkan sampan Membawa ku tenggelam, dalam begitu dalam, menuju dasar lautan Rasanya jiwa ini telah pulang Dasar lautan membuat ku sadar, gelap tak selamanya kelam Bak keelokan surga Tuhan, banyak cinta bermekaran, seakan tak akan memudar Sesuatu yang ku nantikan, datang setelah badai menyakitkan Sesuatu yang mengembalikan, diriku dan kebahagiaan Entah kapan gelombang selanjutnya tiba, menyadarkan ku dari mimpi dan khayalan Entah kapan dasar lautan akan geram, membuangku dan kembali menyakitkan Ingin bersiap, beranjak atau menetap Mencoba tegar, dalam bimbangnya dasar lautan Payangan, 13 Juni 2021 Filosofi: Cerita tentang suka duka kehidupan. Ada cinta yang seringkali membuat kita seakan tenggelam di dalamnya, menjadi budak cinta (bucin) seakan ingin menyerahkan segalanya untuk jiwa yang dipuja. Sampai akhirnya bahagia bertemu ego dan sesal, kem...